Selasa, 25 Februari 2020

Psikolinguistik


v  Analisis kasus mengenai dua bahasa yang masing-masing individu memiliki kejiwaan yang berbeda.
            Ada banyak tipe orang di dunia ini, ada yang pendiam atau penyendiri dan ada yang cerewet atau terkenal bawel. Tentu saja terdapat pebedaan dalam berbahasa atau berbicara antara orang pendiam dan orang yang cerewet. Menurut analisis saya adapun perbedaannya yaitu :
1)      Orang yang pendiam cenderung memakai bahasa yang singkat dan tidak bertele-tele dibandingkan dengan orang yang cerewet atau banyak bicara. Orang yang cerewet biasanya dalam berbahasa sulit dipahami oleh pendengar apa yang dikatakannya akibat lancarnya ia berbicara dan tergesa-gesa dalam mengatakan sesuatu. Contohnya “saya mau ke pasar” ketika di ucapkan dengan lancar terkadang orang lain mendengarnya yaitu “saya mau ke pacar”. Ini karena akibat huruf s yang tidak terlalu jelas pengucapannya.
2)      Orang yang pendiam dalam berbahasa atau berbicara sesuai dengan kadarnya/seperlunya  saja karena ada rasa ketakutan untuk salah dalam bertutur kata sedangkan orang yang cerewet terkadang mengulang-ulang apa yang dikatakannya hingga beberapa kali.
3)      Dalam pengungkapan bahasa antara orang yang pendiam dengan orang yang cerewet, orang yang pediam ketika saat berbicara atau sedang berinteraksi lebih tenang dibandingkan orang yang cerewet yang tergesa-gesa dalam dalam berbicara dan terkesan sulit untuk diam.
4)      Orang yang pendiam  lebih sulit dalam bersosialisasi dibandingkan dengan orang yang cerewet. Orang yang cerewet lebih mudah dalam melakukan interaksi dengan orang-orang disekitarnya dibandingkan dengan orang yang terkenal pendiam.

Karya : Rahmita
NIM   : 2017310230
Prodi  : Pend. Bahasa Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar