v Analisis kasus mengenai dua bahasa
yang masing-masing individu memiliki kejiwaan yang berbeda.
Ada banyak tipe orang di dunia ini, ada yang pendiam atau
penyendiri dan ada yang cerewet atau terkenal bawel. Tentu saja terdapat
pebedaan dalam berbahasa atau berbicara antara orang pendiam dan orang yang
cerewet. Menurut analisis saya adapun perbedaannya yaitu :
1)
Orang yang pendiam cenderung memakai
bahasa yang singkat dan tidak bertele-tele dibandingkan dengan orang yang
cerewet atau banyak bicara. Orang yang cerewet biasanya dalam berbahasa sulit
dipahami oleh pendengar apa yang dikatakannya akibat lancarnya ia berbicara dan
tergesa-gesa dalam mengatakan sesuatu. Contohnya “saya mau ke pasar” ketika di ucapkan dengan lancar terkadang orang
lain mendengarnya yaitu “saya mau ke
pacar”. Ini karena akibat huruf s
yang tidak terlalu jelas pengucapannya.
2)
Orang yang pendiam dalam berbahasa atau
berbicara sesuai dengan kadarnya/seperlunya saja karena ada rasa ketakutan untuk salah
dalam bertutur kata sedangkan orang yang cerewet terkadang mengulang-ulang apa
yang dikatakannya hingga beberapa kali.
3)
Dalam pengungkapan bahasa antara orang
yang pendiam dengan orang yang cerewet, orang yang pediam ketika saat berbicara
atau sedang berinteraksi lebih tenang dibandingkan orang yang cerewet yang
tergesa-gesa dalam dalam berbicara dan terkesan sulit untuk diam.
4)
Orang yang pendiam lebih sulit dalam bersosialisasi dibandingkan
dengan orang yang cerewet. Orang yang cerewet lebih mudah dalam melakukan
interaksi dengan orang-orang disekitarnya dibandingkan dengan orang yang
terkenal pendiam.
Karya
: Rahmita
NIM : 2017310230
Prodi : Pend. Bahasa Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar